CODEBOOK
Website Platform Belajar Dan Edukasi
By Shadownex 2025-2026
Materi/Cyber Security & Web Vulnerabilities
Cyber Security

Cyber Security & Web Vulnerabilities

Kuasai konsep keamanan web terapan, analisis kerentanan (SQLi Login Bypass, UNION SELECT, Blind SQLi, Error-Based SQLi, XSS, Webshell Upload, RCE, CSRF), cara kerja serangan, konsekuensi dampak, dan metode remediainya secara tuntas.

Status Membaca:Belum Dibaca

Daftar Bab (7)

Uji Kuis Materi Ini
Bab 1 dari 7

Pengenalan Cyber Security & OWASP Top 10

Pengenalan Cyber Security & OWASP Top 10

Keamanan web adalah disiplin ilmiah dan teknis untuk mencegah akses tidak sah, eksploitasi sistem, pencurian data, dan kerusakan pada aplikasi web serta infrastruktur backend.

Konsep Prinsip Keamanan (CIA Triad)

1. Confidentiality (Kerahasiaan) — Memastikan data sensitif (password, API key, data pengguna) hanya dapat diakses oleh pihak berwenang.

2. Integrity (Integritas) — Memastikan data tidak dapat diubah atau dimanipulasi oleh pihak luar secara tidak sah.

3. Availability (Ketersediaan) — Memastikan sistem dan layanan web selalu dapat diakses oleh pengguna tanpa gangguan (mencegah DDoS atau crash server).

OWASP Top 10 Application Security Risks

OWASP (Open Web Application Security Project) merilis daftar 10 risiko keamanan aplikasi web paling kritis di dunia:

  • A01: Broken Access Control — Pengguna biasa dapat mengakses fitur admin, file sistem, atau data pengguna lain.
  • A02: Cryptographic Failures — Kebocoran data sensitif akibat enkripsi lemah atau penyimpan password plaintext.
  • A03: Injection — Input jahat dieksekusi sebagai perintah interpreter (SQLi, Command Injection, NoSQLi, HTMLi).
  • A04: Insecure Design — Kelemahan pada arsitektur atau alur logika bisnis aplikasi.
  • A05: Security Misconfiguration — Konfigurasi server default yang rentan, direktori listing terbuka, atau verbose error messages.
  • A06: Vulnerable and Outdated Components — Penggunaan package / library npm / plugin berspesifikasi lama yang memiliki CVE aktif.
  • A07: Identification and Authentication Failures — Password lemah, tidak ada rate-limiting, atau session hijacking.
  • A08: Software and Data Integrity Failures — Penggunaan dependency untrusted atau deserialization acak.
  • A09: Security Logging and Monitoring Failures — Kegagalan mencatat aktivitas log serangan siber.
  • A10: Server-Side Request Forgery (SSRF) — Memaksa server membuat HTTP request ke infrastruktur internal rahasia.